Obyek Wisata Desa Penglipuran

desa Penglipuran

Lokasi Desa Penglipuran

Desa Penglipuran merupakan desa yang ada di Bangli yang tidak pernah sepi dari para wisatawan apalagi ketika sedang libur sekolah. Desa Penglipuran sudah tercatat menjadi salah satu dari tiga desa terbersih yang ada di dunia. Desa Penglipuran juga sudah menjadi destinasi wisata yang hits di pulau Bali. Bukan cuma suasana yang damai dari desa tersebut, melainkan juga di dalamnya terdapat beragam fakta yang sangat unik.

Keunikan dari Desa Penglipuran

  1. Hutan Bambu Pelindung Desa

Perlu Anda ketahui bahwa sebagian besar dari desa Penglipuran yaitu sekitar 40% kata 40 hektar dari jumlah luas wilayah desa Penglipuran sekitar 112 hektar merupakan hutan bambu.Hutan bambu tersebut memang sengaja dibiarkan untuk tumbuh mengelilingi desa Penglipuran serta menjadi kawasan resapan.

Bukan hanya itu saja, hutan bambu yang sengaja dibiarkan untuk tumbuh tersebut telah menjadi manifestasi bahwasannya masyarakat di desa Panglipuran sangat menjaga keseimbangan alam.

Ketua adat Desa Penglipuran yaitu i Wayan Supat telah menyatakan bahwa sebagaimana Bogor dan Jakarta saat ini tidak akan terjadi di desa Panglipuran melainkan satu sama lain saling melindungi.  Masyarakat desa Panglipuran sudah konsisten dan Bahkan mereka sempat bertengkar dengan pemerintah setempat dikarenakan hutan bambu tersebut ingin dibeli untuk dijadikan pusdiklat.

  • Larangan Poligami

Keunikan yang lainnya dari desa ini yaitu larangan untuk berpoligami. Poligami atau beristri lebih dari satu merupakan salah satu dosa yang sangat besar bagi masyarakat adat Penglipuran. apabila barang tersebut dilanggar maka dia akan dikucilkan dan dipindahkan ke kawasan yang khusus yaitu bernama Karangmemadu.

Selain itu, untuk upacara pernikahan maka tidak akan pernah diterima di desa ini . Kemungkinan besar orang yang melaksanakan upacara pernikahan justru akan diusir dari desa Penglipuran. Hakikat dari larangan poligami tersebut merupakan upaya untuk memberdayakan perempuan di desa Penglipuran. Mereka juga menjamin pemberdayaan perempuan serta melindungi hak-hak nya.

  • Falsafah Tata Ruang Trimandala

Keunikan yang selanjutnya dari desa ini yaitu memiliki falsafah tata ruang Tri Mandala. Arti dari kata tri yaitu tiga dan Mandala yaitu zona. Maka Trimandala secara harfiah yaitu tiga zona yang mana mempunyai tingkatan fungsi serta tingkat kesucian yang berbeda-beda.

Secara makro maka desa Penglipuran tersebut memiliki orientasi Utara dan Selatan yang mana orientasi Utara merupakan yang paling tinggi. Dengan topografi yang melereng tersebut merupakan tempat ibadah dan merupakan zona utama yaitu Mandala. Kawasan tersebut juga telah diyakini bahwa tanah Tuhan merupakan tempat untuk berdoa.

Sedangkan yang merendah zona 9 hektar adalah kawasan dari pemukiman penduduk desa Panglipuran yaitu madya Mandala. Madya Mandala adalah ruangnya manusia. Sedangkan tingkatan yang paling bawah yaitu kawasan nista Mandala yaitu zona kuburan.

Jadi kesimpulannya yaitu konsep di pekarangan rumah masyarakat desa Penglipuran yaitu yang utama Mandala, tempat untuk pemujaan keluarga, madya Mandala yaitu rumah keluarga, nista Mandala atau toilet.

  • Menginap di Rumah Warga

Keunikan selanjutnya dari desa Panglipuran yaitu menyediakan penginapan untuk yang ingin berlama-lama di desa Penglipuran tersebut. Beberapa dari rumah penduduk juga telah dijadikan sebagai homestay yang bisa dijadikan tempat menginap para pengunjung yang datang.

Jika Anda menginap di homestay desa Panglipuran tersebut maka akan memperoleh pengalaman yang unik seperti menyisip serta menyaksikan pembuatan kuliner khas dari desa Penglipuran tersebut.

Selain itu, bagi para wisatawan yang datang ke desa Panglipuran bisa menemukan berbagai budaya adiluhung dari masyarakat adat desa Penglipuran yang mungkin saja masih belum diketahui banyak orang. Apabila Anda ingin menginap di homestay Panglipuran maka dikenai biaya per malamnya sekitar Rp 500.000. Ongkos tersebut juga sudah termasuk fasilitas seperti sarapan pagi.

  • Penganut Falsafah Kalapatra

Walaupun desa Panglipuran tersebut sudah menjadi dasar konservasi mulai dari tahun 1980 an, itu artinya desa Panglipuran tetap menjaga tradisi serta budaya yang mereka miliki. Akan tetapi penduduk desa Penglipuran sudah menganut falsafah kala Patra. Seperti yang telah dikatakan oleh i Wayan supat yaitu kaliptra merupakan falsafah dari masyarakat adat Penglipuran yang mana mereka tidak kaku untuk melihat budaya orang lain.

Dalam kata lain yaitu mereka tidak seperti desa adat umumnya yang sering tertutup untuk menerima budaya orang lain. Desa Penglipuran tersebut sangat terbuka serta orang-orang yang ada di dalamnya bisa menikmati budaya orang lain. Dia juga mengatakan bahwa ada sekitar 70 anak yang saat ini sedang bekerja di luar negeri.

Kebanyakan dari mereka yang bekerja di luar negeri sudah tidak menginginkan bekerja untuk menjadi petani. Akan tetapi dia yakin bahwa setelah umur 50 tahun mereka yang tidak ingin menjadi petani akan kembali ke desa dan tetap menjadi petani.

Nah, itulah 5 fakta paling unik dari Desa Panglipuran yang patut untuk anda ketahui. Setelah anda mengetahui keunikannya maka segera rencanakan liburan Anda ke desa Penglipuran di pulau Bali..

Tour Penglipuran

Pada Paket Tour ini kita akan mengunjungi

1. Kunjungan ke Desa Tradisional Penglipuran

2. Kunjungan ke Kintamani

3. Makan Siang  di kintamani

4. Kunjungan ke Agrowisata Kintamani

Harga Tour

Harga di bawah adalah harga per orang, untuk harga dalam jumlah peserta khusus silahkan hubungi kami .

Peserta  Harga Per Orang 
2 – 3 orangRp500.000
4 – 6 orangRp450.000

Harga Tour Sudah Termasuk 

  • Tiket masuk ke semua objek wisata yang disebutkan diatas
  • 1 x makan siang
  • 1 x minum kopi Bali
  • Mobil, supir dan bensin
  • Parkir + Retribusi

Harga Tidak Termasuk :

  • Tiket pesawat
  • Makan malam
  • Tips Driver
  • Keperluan Pribadi

Pemesanan Tour Penglipuran

untuk pemesanan lebih awal di  sini.
SMS /WA Ke 081338047851/ 081239015777/ 081338024287.